Pesona Maluku

Saat beta bangun di pagi hari,

Beta bajalan keluar rumah,

Menuju pantai , menusuri tepian pantai

Menanti terbitnya matahari di ufuk timur,,

Pesona matahari pagi menyingsing menembus

Lautan luas, cahayanya memantul ke dasar lautan

Menambah indahnya warna biru laut,,

mata memandang ke pinggiran pantai,

Yang di tumbuhi banyaknya pepohonan,

Menambah indahnya pemandangan pagi ini,

Pesona maluku,

Beta bangga ada di tempat ini,

Beta bangga jadi bagian di daerah ini,

Pesona maluku bikin beta selalu rindu
rindu par kembali ke maluku
Saat beta ada di tanah orang,,

Pesona maluku penuh deng saribu cerita
Cerita orang tatua tentang indahnya maluku,
Tanah yang penuh deng banyak sejarah,

Maluku tanah Raja-raja ,
Maluku pung hidup pela deng gandong
Maluku jaga rasa bukan jaga asa,

Pesona maluku,,
Selalu bawa beta masuk dalam cerita yang sesungguhnya,,
Indahnya alam memanjakan mata,
tenangkan hati dan pikiran..

Kaya dengan keindahan alam..
Menambah uniknya Maluku
Beta akan selalu rindu melihat maluku
Dengan keindahan yang sempurna,

Matahari tenggelam di ufuk barat
Menambah indahnya senja di kala itu,
Tak ingin beranjak Tapi
Ada hati yang tertinggal di sini,
Menuliskan banyak cerita.

Pesona Maluku..
Ceritamu dan alammu akan terus di ceritakan
Hingga kau takan terlupakan.

BETA MALUKU

Beta maluku,
Beta lahir di tanah alifuru..
Beta di besarkan di tanah alifuru..
Sakarang beta merantau di tanah jawa..

Beta bangga jadi anak maluku..
Beta seng kaget deng kehidupan yang keras..
Di tanah rantau..

Hidup orang basudara di tanah rantau..
Hidup deng rasa bukan deng sara..
Jaga bahasa jaga budaya yang su ada..

Beta maluku ..
Terus berkarya deng apa yang su ada..
Beta maluku terus bawa adat dalam karya ..
Beta maluku sama_sama biking bangga ..
Nama maluku

Beta maluku anak negeri
Berkarya jaga nama negeri,
Biking bangga bukan bikin malu,

Sama-sama rasa sama-sama berjuang,
Jang lupa pesan orang tatua,
Jang lupa jati diri,
Jang lupa tampa asal

Siooo maluku deng saribu cerita
Beta rindu pulang ka maluku
Bawa cerita baru,
Bawa kebanggaan par maluku,

Siooo hidup di tanah rantau
Seng sama hidup di negeri sandiri,
biar makan sagu deng ikan bakar
Hidup damai,

Mau manyasal di rantau tapi seng bisa
Berjua sukses itulah katong pung mimpi
Kaluar dari maluku par kejar masa Depan,

Maluku tunggu beta pulang
Bawa kebanggan
Bikin bangun maluku jadi lebih baik,

Mimpi Anak Batas Negeri

Kami datang dari negeri yang jauh,
Jauh dari kota besar
Negeri kami ada di perbatasan kota ,
Negeri yang tidak terlalu besar, yang di pagari
Pepohonan dan tumbuhan liar yang tumbuh di sepanjanb jalan,

Tak ada cahaya lampu ,
Seperti di kota, di terangi nyala lampu yang di aliri listrik,
Kami hanya di terangi sama nyala lampu pelita yang di isi dengan sedikit minyak tanah, dan akan padam saat minyak habis,
Terang bulan adalah harapan terang kami setiap malam, menemani kami belajar dan berhitung ,
Kami punya mimpi yang tinggi,
Belajar dan belajar adalah semangat kami.
Walaupun kami tinggal di ujung batas Negeri,
Tapi kami juga punya mimpi,

Mimpi membangun negeri kami lebih baik,
Mimpi menjadi anak negeri yang hebat,
Mimpi menjadikan negeri kami terkenal dengan cerita kami anak di ujung batas negeri

Langit cerah , mentari bersinar begitu indah,
Luas hutan menjulang tinggi,
Bunyi tifa dan totobuang membangunkan semangat kami,
Menari dengan semangat, buat perapian di tengah malam, membakar jiwa muda kami
Tiup suling menyuarakan nada dengan hati
Merajut baju dengan kulit kayu menjadikan kami kuat,

Tidak ada yang kami takuti, saat kehidupan kami terabaikan ,
Tapi semangat kami tak akan luntur,
Ikat lengso merah di kepala , kenakan baju kebesaran dan parang adalah jiwa raga kami harga diri kami, ?
Ganti semua dengan pena dan buku
Raih ilmu setinggi gunung.
Kelak menjadi kebanggaan kami anak batas negeri,
Saat berhasil raih mimpi. Ku pakai baju kebesaran. Menari di atas gununh bunyikan tifa dan suringkan nada lewat angin kibarkan tarian lewat alam,
Ku bawah kau turun ke kota
Tunjukan kau kebanggangan kami,
Hidup dalam tarian dan sejarah, meraih mimpi di ujung batas negeri mimpi kami Wujudkan,

Di atas awan kami Taruh mimpi kami

Di balik hamparan gunung dan sungai,
Jauh dari perkotaan dan kemegahan kota ,
Disinilah tempat kami tinggal,
Di temani dengan indahnya hamparan gunung yang hijau
Sungai yang jerni, udara yang masih sangat asri,

Di sinilah kami berbagi kasih sayang , saling peduli,
Saling menjaga dan menata kehidupan dengan bekerja keras,
Walaupun tak mudah untuk menjangkau perjalanan menuju kota,
Menjajahi hasil kebun kami di pasar,

Di balik pegunungan inilah kami bangga menjadi anak Negeri sini,
Masih terlalu pagi menceritakan daerah kami,
Karena masih tertutup kabut yang pekat, sinar matahari menembus perlahan-lahan, menghilangkan kabut ,

Inilah kami anak-anak di balik pegunungan ,
Kami adalah anak-anak yang pekerja keras, membantu orang tua kami bekerja,
Kami punya mimpi , menjadi orang hebat, di kemudian hari,

Pendidikan adalah Impian kami anak-anak di balik pegunungan ,
Mengharapkan datangnya para guru yang mau mengajarkan kami , membaca, menulis ,berhitung dan lainnya,
Agar kami pintar, dan tak dapat di bodohi oleh orang di kota besar,

Kapan , dan kapan, kami mendapatkan hak yang sama dengan anak-anak di kota,??
Apa kami di lupakan atau sengaja di lupakan dari ingatan ?
Kami juga berhak mendapatkan Pendidikan.

Hari terus berganti, kami terus menanti , berdiri di atas puncak pegunungan memandang terus ke depan jauh di sana,
Apakah ada yang datang membawa harapan baru ,
Membawa sinar harapan ,
Seperti sinar Matahari yang tebit di ufuk timur,menembus segala pelosok,
Terus kenapa kami tidak merasakan hal yang sama?

Ini tidak adil,
Tapi itu tidak membuat kami menyerah,
Alam milik kita, dunia ini buku tulis kami yang sangat besar,
Dan kami bebas menuliskan kisah kami di sini,

Dari balik pegunungan inilah. Kami memulai cerita kami,
Membuka mata di pagi menyingsing, berlari mengejar matahari
Hingga tenggelam di sore hari ,
Dan melukis rembulan di bawah jernihnya air sungai,
Dan menghabiskan mimpi di bawa tidur.

Menulis cerita masa Depan di balik pegunungan,
Melepaskan angan bersama terbangnya angin yang berhembus,
Berlari mengejar Impian bagai matahari yang bergerak menuju tempat asalnya,
Kami adalah sang pemimpi dari balik pegunungan,
Kami adalah penakluk Dunia dengan mimpi kami,
Kerja keras kami takan sia-sia,
Kami akan membuat banyak orang mengenal kami
Dengan cerita mimpi kami.

Di Negeri yang jauh,
Di Negeri yang di selimuti awan di pagi hari
Itulah kami ,
Di sinilah kami memulai Cerita mimpi kami.
Di atas awan di situlah kami menaruh mimpi kami setinggi itu,
Biar terwujud setelah hilangnya kabut ada harapan baru.

Teruntuk Dia Lelaki penari cakalele

Teruntuk dia lelaki pemilik parang dan salawaku,
Yang selalu menggunakan baju kebesarannya,
Dan tarian-nya yang sangat indah,
Tak lupa juga pengikat kepalanya yang punya
Banyak makna di dalamnya..

Haiii lelaki penari cakalele, yang datang dari
Bumi Nunusaku, Bumi Raja-raja,
Kau telah lahir di zamanmu yang penuh dengan
Banyak tragedi,

Kau menari , memainkan parangmu
Seperti sedang melambai-lambai
Bagaikan tarian lenso milik para wanita Maluku,

Aku belum pernah berjumpa denganmu sebelumnya,
Karena kelahiranku sesudah masamu,
Tapi jiwamu tetap melekat di para kaum lelaki
Di masa kini,

Jiwa cinta Akan Budaya, menjaga dan melestarikan
Tarianmu sampai ke pelosok negeri,
Jauh datang dari atas gunung dari suku yang sama,
Meninggalkan sejarah tarian cakalele yang indah,
Di mainkan setelah bunyi pukulan tifa di mainkan,
Ohhh…. Sungguh indah dan unik
Tarianmu lelaki penari cakalele,

Apa tempo kita bertemu,
Yah yah yah,,,
Bertemu dengan penerusmu yah,
Mengenangmu,adalah kecintaan dan rasa ingin
Tahu tentangmu itulah jiwa kami anak-anak Nunusaku
Pecinta tarian cakeleke yang terus membara dalam hidup

Mangente Ambon

Siioo Ambon yang indah permai
Apa tempo beta pulang ,,
Pulang ka beta pung tampa asal,
Ambon Manise

Mangente Ambon..
Jauh dari tanah Rantau,
Setahun sekali mari, mari,
Mari katong pulang..

Pulang dan kembali ke Tanah
Yang kaya akan Alam dan indahnya laut
Tanjung Nusaniwe penghubung
Keluar masuknya kapal-kapal yang berlayar,.,

Indah dan kokohnya jembatan Martafons
Tegak berdiri ukiran patung patimura dan christina
Gong perdamaian Dunia kembanggaan
Masyarakat Maluku..

Lapangan Merdeka Ikon yang sudah
Ada sejak zaman dahulu
Pantai-pantai yang indah
Kuliner yang enak dan segar

Wisata budaya yang kaya,
Taman budaya kebanggan para seniman musik
Ambon citty of musik
Nama yang selalu jadi pertanyaan di pikiran

Mangente Ambon,,,
Tradisi Tahunan yang selalu jadi cerita
Cerita menarik yang menjadi pembicaraan publik
Rindu dan Rindu..

Mangente Ambon
Pulang mangente Negeri
Tanah kelahiran
Tanah Raja-raja
Karena Beta deng Ale sama satu Darah.

Raja dan Rakyat Jelata

Angin, musim timur tiba
Bunga cengkeh berguguran
Bunga pala kuncup,
Harga kopra dan coklat turun harga

Apa yang mau di jual
Siapa yang mau membayar,
Jika hasil saja tak panen,
Bagaimana mau untung,

Raja negeri hidup mewah,
Hidup tanpa susah payah,
Rakyat jelata meminta-minta
Minta hidup?

Hidup untuk siapa?
Yah untuk hidup banyak orang?
Raja, memerintah di atas janji
Yah janji, tapi tak ada yang jujur

Rakyat susah, raja merdeka,,,

Begitulah peran dalam negeri
Penguasa yah Raja. Semut-semut kecil
Yah rakyat yang hidup bagiakan
Rumput di padang belantara

Beda hak
Beda martabat
Beda pendidikan
Beda penghargaan
Itulah kisah nyata ,